Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh

0
67

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh merupakan salah satu perguruan tinggi Islam yang pertama ada di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, yang didirikan oleh sebuah Yayasan Alumni IAIN-IB Padang dengan nama STAI Prof. Mansyur Malik berdiri tahun 2003.
Kemudian pada tahun 2006 berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama Republik Indonesia Nomor DJ.II/60/2006 tanggal 27 Maret 2006, berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) dan diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia yang diwakili oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia serta disaksikan oleh Walikota Payakumbuh Capt. H. Yosrizal Zein, SE,MM dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota Drs. H. Amri Darwis, BA pada hari Kamis tanggal 27 April 2006/28 Rabiul Awal 1427 H.
Penelusuran terhadap pertumbuhan dan perkembangan perguruan tinggi ini menjadi sebuah Sekolah Tinggi Islam dapat ditemukan dalam Rencana Strategis (Renstra) tentang pengembangan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh lima tahun ke depan (2011-2015). Atas perkenan Allah SWT dan berkat usaha sungguh-sungguh yang dilakukan oleh semua pihak, selang tiga tahun sejak Renstra tersebut dibuat, maka status dari STAI Prof. Mansyur Malik berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh. Enam tahun kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh telah terakreditasi Program Studinya oleh BAN-PT dengan nilai C.
Dari cita-cita inilah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh merapatkan barisan dan menyatukan setiap potensi yang dimiliki dalam melaksanakan rencana strategis yang telah disusun untuk masa 10 tahun ke depan. Idealisme dan semangat perjuangan yang terus ditanamkan pada seluruh civitas akademika merupakan modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Payakumbuh sangat menyadari bahwa tidak ada satu perguruan tinggi termasuk yang telah maju sekalipun yang luput dari berbagai keterbatasan. Justru bertolak dari kesadaran inilah pimpinan bersama-sama dengan keluarga besar kampus yang lain saling membangun koeksistensi untuk menjawab segala tantangan dengan mengisi setiap peluang demi mencapai idealisme perguruan tinggi Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here