Akhlak mahasiswa terhadap sesama mahasiswa dan lingkkungan.

0
37

Jangan merendahkan orang lain
Sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari dalam perkuliahan, ada mahasiswa yang menganggap dirinya paling pandai dalam kelas tersebut dan mengaggap mahasiswa lain ilmunya lebih rendah dari pada dirinya. Hal inilah harus dihindari oleh mahasiswa karena sangat bertentangan dengan perintah kodrat manusia. Allah swt. Pun memuliakan manusia dengan menjadikan mansuia mahluk yang sempurna derajatnya. Dan Nabi saw. Berkata “Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahakan orang lain”.
Memberi nasihat
Yang seharusnya dilakukan mahasiswa adalah belajar dan meraih cita-citanya. Jika ada mahasiswa yang nyeleweng maka hendaklah kita menasihatinya. Sesuai perkataan abu bakar Al-mazani: “ Yang membuat Abuk Bakar lebih tinggi (derajatnya) dari sahabat-sahabat yang lain bukanlah puasa atau solatnya siha karena suatu yang ada di dalam hatinya. Dan yang di dalam hatinya adalah kecintaan kepada Allah dan nasihat terhadap makhlukNya.”
Jadi tidak usahlah kita malu untuk menasihati teman kita selama apa yang kita lakukan menjadikan diri kita dan teman kita menjadi lebih baik. Hendaklah menasihati teman secara tertutup, secara face to face agar tidak diketahui orang lain karena barang siapa menutupi keburukan teman maka Allah akan menutupi keburukan kita di dunia dan akhirat. Berikan nasihat kepada teman semampunya. Apabila terjaadi sebaliknya , orang yang dinasihati malah melawan bahkan sampai membahayakan diri kita maka kita boleh memilih untuk akan memberikan nasihat lagi atau tidak. Kemudian doakan semoga Allah sendiri yang menuntun teman kita agar menjadi orang yang lebih baik.
Melapangkan Ruang kelas
Dalam kehidupan mahasiswa tidak terlepas dengan diskusi-diskusi, baik dalam diskusi kelompok ataupun diskusi kelas. Yang akan disinggung dalam hal ini adalah sikap mahasiswa yang harus toleransi kepada sesama mahasiswa dalam berbagi ruang agar semua mahasiswa ikut dalam diskusi tersebut.
Mentaati Peraturan
Mahasiswa sebagai seorang civitas yang hidup di dalam lingkungan kampus tentu terikat dengan peraturan yang ada di universitas. Mahasiswa dituntut untuk mentaati peraturan yang telah ditetapkan oleh universitas, tetapi hal yang ada di lapangan lain. Diantara mahasiswa banyak melanggar peraturan yang telah dibuat. Padahal agamapun memerintahkan supaya taat terhadap peraturan. Allah swt. berfirman dalam surat An-Nisa ayat 59:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(Q.S. An-Nisa: 59)
Dalam peraturan (tata tertib) yang ada di universitas mencantumkan peraturan agar mahasiswa mematuhi peraturan yang dibuat oleh universitas. Misalnya yang tercantum dalam Tata Tertib Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Bab III tentang kewajiban mahasiswa pasal 3 (e):“Mematuhi segala peraturan yang berlaku di tingkat universitas, Fakultas, Jurusan, Program Studi, dan unit[3]”.
Peraturan yang ditetapkan oleh pihak kampus mencangkup berbagai aspek, salah satu aspek yang sering dilanggar oleh mahasiswa adalah aspek berbusana, misalnya pihak kampus telah menentukan busana yang boleh dikenakan di lingkungan kampus adalah pakaian yang sopan dan tidak ketat namun banyak dari mahasiswa yang menggunakan kaos, pakaian ketat bahkan celana yang sobek. Ironis memang kalau kenyataan dilapangan lain dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dan hal seperti ini sangat bertentangan dengan moral dan etika sebagaimana yang tercantum dalam tata tertib mahasiswa tentang kewajiban khusus mahasiswa pasal 4 (c) “berpakain sopan, bersih dan rapi pada saat kuliah, praktikum, ujian, menemui dosen dan karyawan, serta kegiatan lain di kampus sebagaimana telah terlampir”[4]. serta hal serupa juga bertentangan dengan agama karena agama memerintahkan untuk memilih pakaian yang menutup aurat sebagaimana firman Allah swt. dalam surat Al-A’raaf ayat 26:
Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat”.(Q.S Al-A’raaf :26)
Ayat ini memerintahkan kepada manusia untuk menutupi aurat dengan pakaian. Namun hal ayat ini tidak membatasi seseorang dalam berbusana untuk mengikuti perkembangan zaman. Begitu juga dengan pakaian atau busana mahasiswa, mahasiswa mempunyai kebebasan dalam bertindak dan memilih busana yang tepat. Bukan berarti mahasiswa bebas secara mutlak dalam menentukan busana. Hal ini dibatasi oleh agama, etika serta moral demi kelangsungan kegiatan perkuliahan.
Dengan lingkungan sekitar pun perilaku mahasiswa harus diperhatikan,jangan sampai perilaku mahasiswa tidak menjaga lingkungan misalnya dengan mencoret-coret dinding, bangku kuliah atau membuang sampah tidak pada tempatnya, tidak menjaga fasilitas dan lain sebagainya yang dapat mengganggu kenyamana mahasiswa dalam belajar. Karena lingkungan kampus merupakan faktor yang sangat penting. Dengan adanya lingkungan yang nyaman dan bersih akan menimbulkan kenyamanan pada penghuninya serta dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar. Fasilitas yang telah disediakan kampus hendaknya dijaga dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here