AKHLAK MAHASISWA DALAM MENUNTUT ILMU

0
12

Akhlak mahasiswa jika ditinjau dari segi agama tidak terlepas dari Al-qur’an dan sunnah sebagai sumber  agama islam. Jadi ukuran baik buruknya akhlak berlandaskan kedua sumber islam tersebut. serta jika ditinjau dari etika akhlak dapat dinilai dengan akal pikiran, maksudnya sesuatu perbuatan dapat dinilai baik buruknya oleh akal pikiran[1], akal pikiran menilai baik buruk berdasarkan pengalaman yang dialami kemudian diolah menurut kamampuan pengetahuannya, akal pikiran hanya bisa menilai secara spekulatif dan objektif. Sedangkan akhlak jika ditinjau dari segi moral, baik buruknya suatu akhlak atau perbuatan tergantung pada budaya dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat (nilai adat). Maksudnya penilaian terhadap baik buruknya seseorang tergantung masyarakat yang  menilai, apakah sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat atau tidak, tapi hal ini sangat relatif mengingat budaya dan nilai-nilai antara suatu kelompok masyarakat dengan masyarakat lain berbeda. Dari uraian yang telah dipaparkan, maka jelaslah bahwa penilain baik buruknya akhlak jika dipandang dari segi etika dan moral bersifat spekulatif, sedangkan jika ditinjau dari segi agama ukuran baik buruknya akhlak bersifat pasti.

Oleh karena itu, akhlak mahasiswa harus sesuai dengan apa yang ada dalam kedua sumber  pokok agama islam. Namun akhlak mahasiswa juga tidak terlepas dari etika dan moral yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Dalam hal ini akan menjelaskan beberapa akhlak mahasiswa yang berkaitan dengan lingkungan kampus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here